Kesadaran akan lingkungan juga membuat perubahan pola berpikir banyak orang dalam memilih hunian. Kini, sudah mulai banyak yang memilih rumah dengan ciri hunian ramah lingkungan alih-alih membeli hunian untuk estetik-estetikan.
Shifting mindset ini terjadi atas beberapa alasan. Laman MSN.com menyebutkan, perubahan ini terjadi karena kesadaran mengenai isu lingkungan makin meningkat, mau hidup lebih sehat, dan ingin menghemat biaya dalam jangka panjang. Ini juga menjadi tren yang diadaptasi oleh banyak developer. Salah satunya pengembang perumahan baru di Sawangan Depok, Eco Town.
Banyak tipe hunian yang sangat mempertimbangkan lokasi, akses, penggunaan material, hingga ruang terbuka yang juga mendukung keberlanjutan lingkungan.
Ciri Hunian Ramah Lingkungan, Lebih dari Hunian yang Punya Taman!
Kalau Anda menganggap ciri hunian ramah lingkungan hanya sekadar yang punya taman, itu kurang tepat. Lebih tepatnya, ini:
1. Hemat Energi dan Irit Tagihan
Rumah eco-friendly atau yang ramah lingkungan, sedari awal perancangannya memang mempertimbangkan untuk menghemat energi. Bentuk penerapannya seperti penggunaan lampu LED, pakai alat-alat kelistrikan berlabel hemat daya, bahkan pemanfaatan sirkulasi udara alami. Hal ini jadi ciri hunian ramah lingkungan karena meski tanpa AC atau bantuan alat pendingin daya elektronik, rumah bisa tetap sejuk dan nyaman.
2. Pemanfaatan Pencahayaan & Ventilasi Alami
Lebih lanjut, hunian yang eco-friendly biasanya memaksimalkan pemanfaatan pencahayaan & ventilasi alami. Tak semua rumah punya banyak jendela, tapi rumah yang ramah lingkungan, sudah pasti memilikinya. Kenapa? Alasannya karena kehadiran jendela bisa memaksimalkan cahaya matahari dan sirkulasi udara alami. Kalau Anda melihat hunian dengan jendela besar, skylight, hingga ventilasi silang, itu adalah salah satu ciri hunian dengan kategori ramah lingkungan.
3. Tak Sembarangan Pilih Material
Sama halnya dengan perumahan baru di Sawangan Depok dari Eco Town, pemilihan material bangunannya tak pernah sembarangan. Bahan-bahan bangunan yang dipilih benar-benar mempertimbangkan material yang minim jejak karbon. Sebagai contoh, pemakaian kayu bersertifikat, cat hunian yang bebas racun, atau batu bata yang ramah lingkungan.
4. Pemanfaatan Air dengan Cerdas
Hemat, efektif, efisien, menjadi prinsip utama dari hunian eco-friendly. Jadi, tak heran pula kalau salah satu cirinya adalah hunian tersebut bisa memanfaatkan air dengan cerdas. Rumah hijau, sebutan lain dari rumah eco-friendly, umumnya tidak boros air. Bahkan, kebanyakan sudah lengkap dengan mekanisme penampungan air hujan hingga sistem drainase yang bisa mendukung peresapan.
5. Kehadiran Taman dan Pengaturan Limbah
Ciri terakhir yakni adanya taman dan pengaturan limbah yang maksimal. Hunian hijau, punya taman bukan untuk kelihatan asri dan cinta lingkungan, melainkan memang punya peran yang besar seperti menyejukkan suhu rumah. Limbah rumah tangga juga tak bakal terbuang percuma, justru lebih dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih berguna. Misalnya, bahan-bahan makanan sisa memasak atau di dapur, bisa jadi pupuk kompos untuk kebun mini atau halaman di taman rumah.
Jadi, itulah semua ciri hunian ramah lingkungan. Kalau Anda peduli dengan keberlanjutan, maka pilih hunian dengan berbagai ciri di atas. Kalau yang terbaik, bisa coba pertimbangkan perumahan Eco Town. Selain mewah, hunian di dalamnya juga telah mempertimbangkan keramahan lingkungan.

