Safety Driving dan Defensive Driving, Apa Bedanya?

Berkendara dengan aman merupakan hal yang menjadi keharusan bagi Anda pengguna jalan. Namun demikian, ketika sudah berhadapan dengan truk logistik atau kendaraan berukuran besar lainnya, apakah prinsip itu masih bisa dipegang? Sebab seringnya Anda langsung merasa cemas dan tidak percaya diri. Atas alasan inilah, banyak instruktor berkendara yang mengenalkan sistem safety driving dan juga defensive driving.

Bagi Anda masyarakat awam, mungkin sudah tahu apa yang dimaksud dengan safety driving. Lantas, bagaimana dengan defensive driving? Apa sudah pernah dengar? Jika belum, jangan panik dulu. Berikut akan kami bahas keduanya secara bersamaan.

Baik safety driving dan defensive driving merupakan prinsip dasar dalam berkendara. Keduanya sama-sama memiliki tujuan yang baik yakni untuk meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya dan menerapkan gaya mengemudi yang aman bagi pengendara maupun pengguna jalan lainnya. Hanya saja, ada perbedaan mendasar antara safety driving dan juga defensive driving.

safety driving

safety driving

Safety driving

  • Berkendara dengan keterampilan berdasarkan standar keselamatan.
  • Bertumpu pada kemampuan pengemudi dalam menguasai teknik berkendara (skill based driving).
  • Pengalaman berkendara akan terus berkembang seiring jam terbang di jalan raya.
  • Memiliki cara berkendara yang stabil, benar (sesuai aturan), aman, dan juga selalu waspada terhadap kondisi jalan.

Defensive driving

  • Perilaku mengemudi yang dapat membuat pengendara maupun pengguna jalan lain terhindar dari masalah atau kecelakaan.
  • Berkendara dengan aman, benar, efisien, dan bertanggung jawab (behaviour based driving).
  • Lebih condong pada perilaku.

Seperti yang sudah tertulis di atas, jelaslah bahwa baik safety driving dan defensive driving merupakan dua hal yang berbeda, namun sama-sama memiliki nilai positif. Jika ditanya manakah yang paling baik di antara keduanya, tentu tak bisa dibandingkan. Sebab Anda tak hanya membutuhkan safety driving, tetapi juga defensive driving. Anda perlu mengemudi dengan aman, tetapi juga tetap memiliki perilaku yang baik di jalan raya.

Tak hanya pengalaman berkendara saja, perilaku berkendara yang baik dengan selalu mengedepankan keamanan diri sendiri serta orang lain harus diamalkan. Jadi, jangan lupakan safety driving dan behaviour driving, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *