Hal Penting Mengenai Restrukturisasi Kredit yang Harus Dipahami

Setelah pengajuan kredit pembelian mobil diterima, artinya Anda memiliki kewajiban baru yaitu membayar cicilan mobil Mitsubishi setiap bulannya. Itulah sebabnya, sangat penting bagi Anda menganalisa kondisi keuangan terlebih dahulu sebelum melakukan pengajuan kredit. Dengan begitu Anda bisa merasa yakin mampu membayar cicilan hingga akhir masa tenor.

Lalu, bagaimana jika suatu saat tiba-tiba terjadi masalah pada keuangan Anda sehingga tidak lagi mampu membayar cicilan dengan nominal yang telah disepakati? Ketika hal tersebut terjadi, maka Anda bisa melakukan restrukturisasi kredit.

Sikapiuangmu.ojk.go.id – “Restrukturisasi kredit adalah upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang berpotensi mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya”

Dengan melakukan restrukturisasi kredit maka diharapkan debitur mampu untuk melaksanakan kewajibannya melunasi cicilan hingga akhir masa tenor. Namun sayangnya, banyak orang yang masih salah paham mengenai restrukturisasi kredit ini. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  • Tidak semua debitur berhak mendapatkannya

Tidak semua debitur berhak untuk mendapatkan fasilitas ini. Berdasarkan pada Peraturan OJK Nomor 40/POJK.03/2019 Tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum, hanya debitur yang memenuhi kriteria berikut yang berhak mendapatkan fasilitas ini, yaitu:

  1. Debitur mengalami kesulitan pembayaran pokok dan/atau bunga Kredit; dan
  2. Debitur masih memiliki prospek usaha yang baik dan dinilai mampu memenuhi kewajiban setelah Kredit direstrukturisasi.

Jika debitur merasa memenuhi kriteria di atas, selanjutnya dapat melakukan pengajuan restrukturisasi kredit pada bank atau perusahaan pembiayaan yang bertindak sebagai kreditur. Setelah debitur mengajukan, kreditur akan melakukan analisa pada debitur tersebut. Analisa yang dilakukan didasarkan pada 3 pilar utama sesuai dengan ketentuan OJK, yaitu:

  1. Prospek usaha debitur
  2. Kondisi keuangan debitur
  3. Ketepatan dalam membayar
Restrukturisasi Kredit

Restrukturisasi Kredit

Namun, dalam kondisi tertentu seperti ketika ada pandemi, bencana alam, atau situasi mendesak lainnya, OJK bisa menerapkan relaksasi dengan dipangkas menjadi satu pilar yaitu ketepatan dalam membayar. Hal ini tergantung pada kebijakan yang dikeluarkan oleh OJK berdasarkan pada kondisi yang terjadi.

  • Restrukturisasi membuat cicilan mengecil

Restrukturisasi kredit mungkin membuat cicilan mengecil, tetapi tidak menghapus kewajiban Anda untuk melunasi utang. Mengecilnya besar nominal cicilan bisa karena masa tenor yang diperpanjang, pemotongan suku bunga, pemotongan pokok pinjaman, dan sebagainya. Semua akan bergantung pada kebijakan dari kreditur dalam menentukan skema restrukturisasi kredit yang tepat untuk Anda.

  • Pemantauan restrukturisasi kredit

Setelah pengajuan restrukturisasi kredit diterima, maka kredit akan terus melakukan pemantauan terhadap debitur terkait kemampuan bayarnya dan juga persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh debitur. Sebab, terkadang kreditur akan mengajukan persyaratan tertentu yang dianggap sebagai penyebab terjadinya masalah pembayaran. Perubahan skor kredit atau kualitas kredit yang diberikan pada debitur akan bergantung pada bagaimana debitur memenuhi semua kewajibannya setelah restrukturisasi kredit sesuai dengan perjanjian?

Restrukturisasi kredit juga memiliki kekuatan hukum sehingga wajib bagi debitur untuk mengetahui segala skema, persyaratan, dan aturan penting lainnya agar tidak terjadi masalah akibat melakukan suatu pelanggaran. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda memahami restrukturisasi kredit lebih dalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *