Bagaimanakah Proses Minyak Bumi Terbentuk?

Semua orang pasti pernah memanfaatkan hasil pengolahan dari minyak bumi. Apalagi untuk yang memiliki kendaraan, biasanya hasil minyak bumi yang dimanfaatkan adalah bahan bakar minyak seperti bensin. Sementara untuk keperluan industri, minyak bumi yang dimanfaatkan adalah dalam bentuk solar yang telah diolah oleh perusahaan jual solar industri sehingga siap pakai. Namun apapun bentuknya, minyak bumi merupakan salah satu SDA (Sumber Daya Alam) yang selalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

proses pembentukan minyak

proses pembentukan minyak

Sayangnya, minyak bumi termasuk ke dalam golongan SDA yang tidak dapat diperbaharui. Artinya, ketika cadangan minyak bumi telah habis, maka kita tidak akan bisa lagi memanfaatkannya. Sebab, butuh waktu jutaan tahun lamanya untuk bisa menghasilkan minyak bumi mentah lagi. Nah, untuk lebih jelasnya, langsung saja yuk kita bahas, bagaimana sih proses pembentukan minyak bumi yang diambil dari website ilmugeografi.com:

  1. Salah satu makhluk hidup yang merupakan sumber minyak bumi adalah ganggang hijau. Tumbuhan ini mampu untuk melakukan fotosintesis meskipun berada di dalam air. Namun, hanya ganggang hijau yang sudah tidak lagi mampu melakukan fotosintesis yang bisa menjadi minyak bumi. Sebab, setelah tidak lagi mampu berfotosintesis, ganggang hijau tersebut akan mati dan kemudian membentuk batuan induk.
  2. Batuan induk tersebut akan mengendap di dasar laut dan memiliki kandungan karbon. Selain di laut, endapan ini juga bisa terjadi di dasar danau ataupun delta. Pembentukan karbon yang berasal dari ganggang ini memiliki proses yang sangat spesifik. Sebab, jika karbon ini teroksidasi maka akan terurai dan bisa menjadi rantai karbon yang tidak dapat diproses. Itulah sebabnya, tidak semua lengkungan sedimen mengandung minyak bumi.
  3. Batuan induk yang mengendap di dasar laut ini kemudian akan semakin terkubur oleh batuan lain yang ada di laut selama jutaan tahun. Berbagai jenis batuan yang menumpuk batuan induk ini di antaranya yaitu batu gamping, batu pasir, batu ulkanik, atau batu lain yang memiliki pori-pori di dalamnya. Semakin tertumpuk ke dalam, batu induk yang mengandung karbon ini akan semakin panas dan akan terurai menjadi gas ketika mencapai suhu 100 derajat celcius.
  4. Karbon yang tertimbun tersebut akan bereaksi dengan hidrogen hingga membentuk hidrokarbon yang kemudian menghasilkan minyak mentah.

Hingga saat ini, teori mengenai pembentukan minyak bumi telah dibahas oleh beberapa peneliti di berbagai negara. Meskipun begitu, intinya tetaplah sama, yaitu minyak bumi tergolong SDA yang tak dapat diperbaharui karena membutuhkan waktu jutaan tahun untuk pembentukkannya.

Nah, setelah mengetahuinya, semoga kita jadi semakin bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam ini ya. Yuk, hemat energi dan juga BBM! (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *