Air Kemasan vs Keran: Mana yang Lebih Baik, ya?

Menurut Wikipedia, sejarah air kemasan sebagai air minum sudah dimulai sejak abad ke-16. Namun, baru pada tahun 1767-lah air kemasan didistribusikan secara luas dalam skala komoditi. Ini berarti air kemasan sudah tersedia dan ‘menggeser’ kapasitas air keran lebih dari 400 tahun lamanya.

Terbayangkah berapa banyak botol (kaca maupun plastik) yang terpakai dan terbuang selama kurun waktu tersebut? Faktor inilah yang membuat sejumlah negara dan pihak kembali mengonsumsi air keran. Beberapa negara maju dan berkembang berlomba-lomba menciptakan air keran siap minum di tempat-tempat umum. Harapannya adalah agar masyarakatnya dapat mengurangi penggunaan botol plastik yang hanya akan membahayakan Bumi.

Walau begitu, perdebatan soal apakah air keran dijamin lebih baik dari air kemasan tetaplah ada. Lantas, manakah yang lebih baik? Simak ulasannya dalam artikel berikut, yuk!

air minum kemasan vs keran

air minum kemasan vs keran

Air kemasan

Mengutip laman Healthline, beberapa air kemasan produksi pabrikan sebetulnya berasal dari air keran, yang dikemas dalam botol-botol plastik. Meski demikian, cukup banyak juga air kemasan yang berasal dari mata air segar seperti dari kawasan pegunungan.

Air kemasan lazimnya memiliki rasa yang lebih enak daripada air keran. Pasalnya, air kemasan dalam botolan berasal dari sumber mata air berbeda yang memiliki jumlah kadar mineral yang berbeda-beda pula. Faktor inilah yang membuat air kemasan memiliki cita rasa khusus.

Air kemasan juga dinilai memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan air keran. Sebab, air kemasan dalam botolan telah melewati serangkaian proses penyulingan untuk mengangkat bakteri atau kotoran lain yang terbawa dari sumber mata air.

Meski begitu, air kemasan kerap kali dibayang-bayangi oleh kontaminasi plastik. Sebuah studi pada tahun 2018 tentang 11 produk air kemasan yang dijual luas di beberapa negara berhasil membuktikan jika 93% botol sampel mengandung mikroplastik. Menurut situs Healthline, kontaminasi ini disebabkan oleh proses pengemasan dan pembuatan botol-botol plastik itu sendiri.

Satu poin terpenting dari air kemasan ialah minuman ini cenderung tidak ramah lingkungan. Seperti yang sudah disinggung di atas, botol-botol kaca maupun plastik dari air kemasan menyumbang cukup banyak limbah untuk Bumi ini.

Air keran

Air keran umumnya berasal dari sumur besar, danau, sungai maupun waduk. Walau bernama ‘air keran’, jenis air ini sebetulnya sudah mengalami pengolahan sederhana sebelum didistribusikan kepada konsumen.

Kualitas air keran bergantung pada lokasi atau sumber air itu sendiri. Sehingga, untuk menentukan apakah air keran aman atau tidak, harus meneliti dari mana asalnya terlebih dahulu. Inilah alasan mengapa orang-orang cukup ragu untuk menggunakan air keran. Padahal, air keran tidak serta-merta dikirimkan ke tempat konsumen dari sumbernya. Air keran di Amerika Serikat, misalnya, berada di bawah pengawasan Badan perlindungan Lingkungan (EPA).

Air keran sering diklaim memiliki rasa yang tidak lebih menyegarkan daripada air kemasan. Namun lucunya, ketika dilakukan tes buta (blind test), banyak orang yang tidak bisa membedakan rasa air keran dengan air kemasan. Ini berarti air keran sebetulnya memiliki cita rasa yang serupa dengan air kemasan.

Poin terakhir adalah air keran lebih ramah lingkungan. Sebab, konsumen tidak membutuhkan wadah plastik untuk menampung air keran, melainkan bisa dengan botol minum yang dapat digunakan kembali. Jika Anda pencinta lingkungan, tentu poin ini akan menyenangkan hati Anda.

Demikianlah ulasan tentang air kemasan vs air keran. Sudah tahu mana pilihan yang terbaik? Semua kembali pada diri Anda, ya. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *