Menelusuri Asal Mula LINE Webtoon

Siapa tak kenal LINE Webtoon? Fitur besutan LINE Corp berupa komik online ini memang sangat populer di kalangan anak muda. Bagaimana tidak, LINE Webtoon memungkinkan pengguna untuk membaca komik secara gratis dengan bantuan ponsel dan internet cepat saja. Akan tetapi, pernah nggak sih terlintas di benakmu bagaimana awal mula fitur ini terbentuk? Simak kisahnya dalam artikel berikut ini!

Pada tahun 2004, Naver merilis LINE Webtoon sebagai respon atas statisnya industri komik di Korea Selatan. Ketika itu, banyak perusahaan komik yang harus gulung tikar karena perekonomian memburuk di akhir tahun 90an dan 2000an awal. Menurut Korea Times, pemerintah Korea juga menganggap komik sebagai ‘pembawa dampak negatif’ di tahun 90an. Tidak heran ketika itu industri komik benar-benar berada di ujung tanduk.

Line Webtoon

Line Webtoon

Melihat kondisi tersebut, Jun Koo Kim, penemu LINE Webtoon sekaligus avid reader untuk komik Jepang dan Korea, mencari cara untuk menghadirkan komik ke tangan pembaca secara gratis namun tetap inovatif. Target pembacanya adalah remaja, karena konten komik yang akan ia produksi merupakan komik-komik yang kasual, ringan, namun tetap enak dibaca. Kim menghindari pembaca tradisional karena menurut Kim mereka sudah memiliki selera komik tersendiri.

Atas dasar itu, Kim mulai menggarap sebuah platform gratis untuk membaca komik. Hubungan remaja dengan smartphone mereka sangat erat, sehingga menghadirkan wadah untuk membaca komik dalam smartphone, laptop, atau tablet merupakan satu langkah yang cerdas. Ide untuk membuat komik online dengan mode scroll pun hadir setelah Kim meneliti kebiasaan manusia.

Awalnya, Kim sama sekali tidak terpikirkan untuk membuat komik bermodel scroll. Namun, sesuatu mengubahnya untuk mempertimbangkan kemungkinan tersebut. “Di awal tahun 2000an, pembuat komik masih berkutat dengan laptop mereka dan sebagian dari kita membaca sesuatu di internet dengan cara scrolling mouse. Untuk membaca berita di internet, kita tidak ‘membalik’ halaman namun melakukan scroll ke bawah. Atas dasar itulah, saya terpikir untuk membuat komik dalam model seperti itu,” ungkap Kim.

Meskipun terdengar sangat inovatif, Kim mengaku bahwa sangat sulit untuk menemukan kreator di awal-awal kemunculan LINE Webtoon. Tidak banyak yang mau mengambil risiko dan mau repot membuat komik dalam model scroll. Kim sendiri harus bersusah payah untuk menemui kreator dan membujuk mereka untuk mengisi konten di Webtoon.

Namun demikian, sekarang semuanya sudah berbeda. LINE Webtoon sangat dicintai oleh banyak orang dan banyak kreator yang berlomba-lomba untuk menulis di platform ini. Wah, ternyata begitu ya sejarah panjang Webtoon!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *